Selasa, 02 Februari 2010

Permasalahan Dalam Keuangan

 
Pernah bertengkar karena masalah uang? Setiap orang ingin mempertahankan apa yang dianggapnya penting. Karena alasan ini, masalah anggaran merupakan ekspresi dari kepribadian dan motivasi seseorang. Untuk itu, masalah keuangan dalam pernikahan memiliki 4 motivasi yang menjadi pemicunya perceraian. Tentunya semuanya tidak menginginkan hal tersebut bukan. Berikut tips mengatasinya. Semoga bermanfaat.

* Kekuasaan. Bagi mereka yang termotivasi untuk menunjukkan siapa yang berkuasa, maka uang adalah kekuasaan. Hal ini mewakili pilihan dan kesempatan.
Orang yang memiliki motivasi ini adalah orang yang sangat produktif, visionary, fokus dan tanpa takut. Mereka adalah orang yang pekerja keras, orang yang memiliki kapasitas untuk mengendalikan uang yang banyak dan tantangan yang besar, tetapi seringkali terlalu berani mengambil resiko. Dengan tingkat kedewasaan yang baik dan kematangan, dia dapat mencapai banyak dalam hidupnya, baik dalam keluarga, pernikahan, komunitas atau gerejanya.
Bahayanya, bagi mereka yang termotivasi oleh kekuasaan adalah mereka menjadi begitu terobsesi sehingga melupakan prioritas kehidupannya. Satu kali kompromi saja bisa menyingkirkan kebutuhan untuk keluarga demi mencapai mimpi-mimpinya.

* Perhatian. Uang adalah tentang orang-orang.
Orang ini menggunakan uang untuk menciptakan kenangan indah. Jika sekilas, Anda akan memandangnya sebagai orang yang memiliki uang banyak – pada kenyataannya tidak. Dia orang yang suka menebarkan kebahagiaan, pergi jalan-jalan, belanja di mall, atau makan di luar. Hasilnya, dia tampak sangat murah hati. Dia akan memberikan makanan terakhir di piringnya dan baju satu-satunya yang dia kenakan.
Keuangan keluarga Anda akan baik-baik saja jika orang ini pekerja keras dan memiliki penghasilan tambahan serta memang memiliki anggaran untuk membangun hubungan dengan orang-orang. Solusinya, buat prioritas bagaimana Anda dan pasangan yang memiliki kepribadian seperti ini akan menggunakan uang yang sudah di anggarkan itu. Kadang, kata “tidak” perlu di ucapkan. Sekalipun pasangan Anda murah hati, tetapkan batasan bersama dimana harus berhenti dan membicarakan suatu keputusan untuk memberi atau mengeluarkan uang.

* Penerimaan. Orang jenis ini menginginkan kedamaian. Tujuannya hanya ingin menciptakan proses yang sederhana tentang penggunaan uang dan sumber daya yang dimilikinya.
Jika ada uang, orang ini akan sangat mudah diajak kerjasama. Jika keuangan sangat ketat, mereka bisa menjadi sangat keras kepala karena mereka merasa tidak aman. Ketika pengeluaran keluarganya di bawah anggaran yang di buat, dia lebih tenang. Tapi jika pengeluarannya lebih besar dari penghasilannya, dia akan bereaksi keras atas hal itu. Dengan memiliki tabungan, hal ini akan membuat kehidupan pernikahan Anda akan lebih baik jika pasangan Anda memiliki motivasi jenis ini.

* Keakuratan. Orang jenis ini fokus pada sistem dan emosi mereka terkait dengan proses penggunaan uangnya.
Ketika anggaran di buat, orang jenis ini akan terus berpegang pada anggaran itu. Jadi jika anggaran di buat, belanja hanya 500.000 rupiah per bulan – maka tidak ada tambahan lagi. Orang jenis ini adalah orang yang suka menabung dan investor jangka panjang. Hal ini seringkali membuat pasangan orang jenis ini mengatakan “Aku mencintaimu,” dengan deraian air mata.
Dengan membicarakan anggaran dengan pasangan Anda, maka Anda bisa mengetahui apa yang menjadi motivasi utamanya. Tidak ada gaya motivasi yang benar atau salah selama dia tetap menghormati, mengasihi dan mencintai pasangannya sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.

(untukku)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar